jump to navigation

MERENCANAKAN PELATIHAN 7 April 2010

Posted by sybcommunity in TRAINING.
trackback

Selama ini, berdasarkan pengalaman, banyak sekali program Pelatihan yang dilakukan dikelola “ala kadarnya”. Seringkali, program pelatihan disusun dan dilaksanakan karena adanya alokasi anggaran untuk itu atau karena program kerja. Program pelatihan dilakukan tanpa adanya upaya-upaya yang sistematis yang dapat dipertanggung jawabkan.

Program pelatihan, secara sepintas tampaknya sederhana, namun, bila dicermati, membutuhkan suatu penanganan dan pengelolaan yang serius. Dalam hal ini program pelatihan tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga ahli pelatihan saja. Program pelatihan menjadi tanggung jawab seluruh pihak yang ada di lembaga atau organisasi.Tanggung jawab tersebut beranjak dari awal, pada saat penjajagan dan identifikasi kebutuhan pelatihan sampai dengan tindak lanjut pelatihan

 Identifikasi kebutuhan pelatihan
Langkah penting dan kritis dalam mengelola sebuah program pelatihan adalah menemu kenali permasalahan yang harus dipecahkan. Langkah ini disebut dengan Identifikasi Kebutuhan Pelatihan atau Penjajagan Kebutuhan Pelatihan (PKP). Pelatihan merupakan salah satu cara untuk memecahkan masalah. Tidak semua masalah dapat dilakukan dengan pelatihan. Dalam hal ini, secara spesifik, dapat disebutkan permasalahan yang berkaitan dengan “manusia” atau pelaku kegiatan. Namun, banyak hal yang dapat mempengaruhi “manusia” tersebut dalam menjalankan fungsi sosialnya. Langkah ini akan menjadi dasar dan fondasi untuk melangkah pada tahap sebelumnya dalam mengelola pelatihan.

Bilamana penjajagan kebutuhan pelatihan ini kurang tepat, atau bahkan tidak dilakukan sama sekali, maka program kegiatan pelatihan tersebut hanya akan membuang dana yang tidak ada manfaatnya. Langkah awal ini akan mewarnai langkah-langkah selanjutnya bagi pengelola program pelatihan.

 Penetapan kriteria peserta
Dalam menyelenggarakan pelatihan, penentuan dan penetapan peserta pelatihan seringkali diabaikan. Pada umumnya hanya disebutkan jumlah orang atau jumlah peserta pelatihan tanpa menyebut “kriteria qualifikasi” ; baik latar belakang pendidikan, jabatan atau posisi atau hal lain yang menyangkut peserta pelatihan. Sehingga akibatnya, siapapun boleh ikut dalam program pelatihan tertentu. Padahal, klasifikasi dan penentuan peserta pelatihan akan mempengaruhi “design pelatihan”, baik yang menyangkut tujuan, isi atau materi dan metodologi pelatihan itu sendiri.Untuk itu maka, profil peserta perlu dibuat dan diketahui jauh sebelum menyusun dan mengembangkan design (rancangan) program pelatihan sehingga pelatihan yang dilakukan efektif.

 Penentapan tujuan pelatihan

Kegiatan apapun juga hendaknya mempunyai tujuan yang jelas, spesifik, realistis dan terukur untuk mengetahui pencapaiannya. Tujuan tersebut akan memberikan arahan dan batasan dan kejelasan bagi pelaku kegiatan tersebut. Pada dasarnya tujuan dirumuskan berdasarkan adanya sesuatu yang dihadapi untuk dicapai atau untuk dilakukan. Pada umumnya perumusan tujuan didasarkan pada permasalahan yang telah diidentifikasi sebelumnya. Bilamana identifikasi permasalahan atau penjajagan kebutuhan pelatihan kurang tepat atau bahkan tidak dilakukan, maka sudah dapat dipastikan pelatihan tersebut tidak akan ada gunanya dan hanya membuang sumberdaya. Oleh karena itu tujuan pelatihan perlu dirumuskan dengan benar dan tepat. Dalam dunia pendidikan dan latihan, dikenal ada tiga (3) domain tujuan, yaitu; Domain Kognitif (Pengetahuan), Domain Afektif (Sikap) dan Domain Psychomotoric (Ketrampilan), yang masing-masing domain mempunyai jenjang tertentu.

 Penyusunan materi
Langkah selanjutnya adalah penetapan materi sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan disepakati. Tujuan pelatihan akan menjadi dasar dalam menentukan isi atau materi pelatihan. Dengan demikian maka, perumusan tujuan harus bersifat Spesific (Spesifik), Measurable (Dapat diukur), Achievable (Dapat dicapai), Realistic (Realistis) dan Time Bonding (Ada batasan waktu) atau disingkat SMART. Disamping itu, penentuan materi pelatihan juga sangat tergantung dari jenjang atau tingkat kedalaman tujuan yang hendak dicapai. Dalam menyusun dan mengembangkan materi pelatihan, perlu ditemukan hal-hal yang sifatnya strategis dan prioritas, karena seringkali muncul gagasan bahwa materi atau isi pelatihan ini “baik” untuk dipelajari, “berguna” untuk dipelajari. Untuk itu perlu menemukan “Hal-hal yang harus” dipelajari. Disamping itu, hendaknya dalam penyusunan materi pelatihan lebih ditekankan pada hal-hal yang bersifat praktis untuk dapat segera diterapkan oleh peserta pelatihan

Menentukan materi apa saja yang harus disampaikan dalam sebuah pelatihan harus mempertimbangkan beberapa faktor, yaitu :
1. Target-target sikap/kemampuan yang harus dimiliki (output)
Hal ini menjadi pedoman utama dalam pemilihan materi, namun paling sering dilupakan.

2. Waktu pelatihan
Jika waktu pelatihan amat terbatas, maka tanpa meninggalkan pertimbangan target sikap/kemampuan, maka materi dapat disusut dengan menyatukan materi-materi yang sifatnya/misinya sama. Selain itu pengemasan materi dengan mempertimbangkan waktu dapat menggunakan berbagai alternatif metode

 Penentuan metode dan media pelatihan

Metoda dan media merupakan cara dan alat bantu yang dipergunakan oleh fasilitator dalam membahas dan mengkaji materi pelatihan sehingga mencapai tujuan yang diharapkan. Banyak metoda dan media yang dapat dipergunakan, mulai dari yang bersifat komunikasi satu arah, dua arah sampai ke berbagai metoda yang berifat multi atau banyak arah. Namun demikian, hal yang perlu diperhatikan bahwa dalam menetapkan dan menentukan metoda pelatihan, yaitu prinsip pendekatan yang dipergunakan. Dalam hal ini adalah pendekatan partisipatif dengan menggunakan “Belajar Berdasarkan Pengalaman”. Untuk itu, maka diharapkan bahwa metoda dan media yang dipergunakan hendaknya mampu mendorong keterlibatan aktif peserta dengan cara mengurangi dominasi dan peranan fasilitator atau pelatih. Diharapkan metoda dan media yang ada mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi peserta untuk menyampaikan gagasan, pendapat dan dalam suasana yang lebih terbuka. Disamping itu, berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan dan menetapkan metoda dan media adalah meliputi; tujuan pelatihan, sifat atau isi materi dan profil atau latar belakang peserta

 Menyusun kurikulum dan silabi

Kurikulum Pelatihan merupakan garis besar rencana proses belajar secara menyeluruh mulai dari awal akhir hingga akhir. Pada umumnya Kurikulum Pelatihan ini berisikan unsur-unsur pokok yang terdiri dari; Tujuan Umum, Tujuan Khusus, Tujuan Pokok Bahasan, Tujuan Sub Pokok Bahasan, Pokok-pokok Materi/Isi Pelatihan, Metoda, Media, Alokasi Waktu dan Fasilitator. Kurikulum Pelatihan ini bersifat tidak baku dan selalu dapat diubah sesuai dengan kondisi yang ada pada saat pelatihan berlangsung. Kurikulum ini dipergunakan sebagai dasar dalam menyusun silabi pelatihan maupun Modul Pelatihan yang akan dipergunakan fasilitator dalam memproses kegiatan belajar. Sedangkan Silabi Pelatihan adalah uraian terperinci dari bahan-bahan pokok yang perlu dibahas selama pelatihan berlangsung.

Sesuai dengan tahapan yang telah dilakukan sampai sejauh ini, secara keseluruhan program pelatihan telah mulai terbentuk, karena sudah ada Kurikulum Pelatihan yang jelas berdasarkan beberapa langkah kegiatan, yang dimulai dari identifikasi atau penjajagan masalah atau kebutuhan pelatihan. Langkah selanjutnya adalah bagaimana mempersiapkan penyelenggaraan pelatihan termasuk pula menyusun dan mengembangkan anggaran atau kebutuhan dana yang dibutuhkan. Dengan demikian maka kebutuhan dana didasarkan pada adanya kebutuhan permasalahan yang dihadapi beserta alternatif pemecahannya, yaitu melalui kegiatan pelatihan. Berdasarkan rencana dasar inilah maka usulan pelatihan dapat dilakukan termasuk estimasi perhitungan dana yang dibutuhkan.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: